Yahya Waloni Sebut Mau Masuk Penjara Asalkan Isi Al-Qur'an Dihapus

Terkini.id, Jakarta - Yahya Waloni mengungkapkan bahwa jika ia diharuskan masuk ke dalam penjara, ia mau masuk asalkan isi Al-Qur'an dihapus.

Yahya Waloni mengungkapkan hal ini dalam ceramahnya yang diunggah oleh Hadist TV di YouTube.

Yahya Waloni mengaku bahwa ia tak mengambil pusing perihal ceramahnya yang dinilai kontoversial. Baginya itu memang adalah caranya. 

Akan tetapi baginya, ia akan tetap meyakini benar, dimana kebenaran akan dia terus bakal sampaikan meski terdengar pahit bagi beberapa pihak.

Mengenai kabar terkait Yahya Waloni yang kerap berbicara soal kafir, dirinya mengaku tak bersalah. Sebab hal ini tertera dalam Al-Qur'an. 

Kata Yahya, dia cuma menyampaikan isi Alquran berkaitan dengan banyak hal.

Apabila dia tetap dipaksa masuk penjara, Yahya menyebut baru akan mau masuk jika isi Alquran dihapus terlebih dahulu.

"Urusan agama kafir-kofar dilapor, hapus dulu di Al-Qur'an baru saya masuk penjara" ucap Yahya Waloni dalam video yang diunggah pada 21 Februari 2021.

“Tangkap tuh Yahya Waloni bilang-bilang kafir. Ih ini bukan saya bilang, Alquran. Tangkap tuh Alquran,” ujarnya lagi.

Yahya Waloni mengatakan bahwa dirinya tak pernah takut dengan hukuman apapun.

Apabila suatu saat dia diharuskan masuk dalam penjara, dia lebih suka ditembak mati ketimbang dipenjara.

Hal ini dikarenakan ia menganggap bahwa penjara merupakan tempat para kriminal berada seperti pemabuk, pencuri, pemerkosa dan lain-lain.

Sebagai seorang pendakwah ia tak merasa dirinya cocok dalam penjara oleh karena itu ia akan minta dihukum mati dibandingkan di penjara.

“Oh kamu akan dihukum 10 tahun, oh jangan pak hakim, selesai sidang ini tembak mati pak hakim. Saya minta hukumannya tembak mati. Allahu Akbar! Enggak usah pakai-pakai hukum, enggak usah.” kata Yahya Waloni

“Karena ustaz enggak cocok dipenjara. Bagusnya tembak mati. Karena itu yang kami cari,” ujarnya.

Selain hal ini, dalam video tersebut, Yahya juga menjelaskan mengapa ia memilih untuk pindah agama, mengapa ia meninggalkan agama Kristen dan memilih untuk mensyiarkan agama Islam.