Kecewa Jokowi Tolak Audiensi TP3 Laskar FPI, Amien Rais: Tolong Buka Pintu Istana, Ini Bukan Huru-hara

Terkini.id, Jakarta - Amien Rais melalui konferensi pers yang ia adakan mengaku kecewa karena Presiden Joko Widodo menolak audiensi perihal perihal kematian laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. 

Amien mengatakan Jokowi sebaiknya mengadakan dialog untuk Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) untuk menyelesaikan perbedaan pendapat perihal ini.

Hal ini ia sampaikan melalui konferensi pers yang dilaksanakan secara daring, Sabtu, 6 Maret 2021.

"Jadi saya katakan tetap saja saya mengimbau, Eh, Pak Jokowi, buka dong pintu Istana. Kita ini bukan rakyat Indonesia yang ingin buat huru-hara," ujarnya, dikutip dari Viva.

"Jadi, kalau Anda mau terima kami an equal fitting duduk sama rendah, tegak sama tinggi sederajat, siapa tahu Anda terbuka hatinya, karena saya melihat perkembangan sudah luar biasa. Kita menyadari sudah kelewatanlah, jadi itu saja," sambungnya.

Diketahui juga sebelumnya Amien dan pihak TP3 ini pernah mengirimkan surat ke Istana untuk membahas perihal ini pada 4 Februari 2021.

Padahal, katanya, tim TP3 ingin memberikan masukan tentang temuan-temuannya terkait peristiwa penembakan enam orang Laskar FPI pada Senin, 7 Desember 2020.

"Bahkan, kami sudah mengupayakan semacam jalan tengah atau win-win solution,"

Lebih lanjut, ia tak mendapatkan balasan dari Istana namun dari Kemenkopolhukam.

" Kami yakin Presiden terbuka dan akan menerima kami, ternyata setelah sekian puluh hari ada surat bukan dari Istana tapi dari Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam)," ujarnya.

Amien mengatakan surat yang ia terima bukan ditandatangani oleh Menteri Koordinator Polhukam yakni Mahfud MD melainkan Sekretaris Kementerian Koordinator Polhukam.

Dalam surat tersebut, pemerintah telah mempercayakan penyidikan investigasi kasus FPI yang tewas di KM50.

"Sudahlah, percayakan pada kami (pemerintah). Nanti selesai semuanya," tuturnya Amien.